Buah-buahan menempati bagian terbesar golongan ini, dan hampir semuanya dibaca lewat hubungan antara kulit dan isinya. Durian melukai tetapi lembut di dalam, nanas melawan sampai ke rasanya, alpukat tidak manis tetapi mengenyangkan. Pola itu berlaku umum: makin besar jarak antara tampilan luar dan isi dalamnya, makin kuat tafsirnya menyangkut penilaian yang keliru dari luar.
Kematangan hampir selalu ikut menentukan, dan ini yang paling sering terlewat. Buah yang dipetik sebelum waktunya dibaca sebagai sesuatu yang diambil terlalu cepat; yang dibiarkan terlalu lama dibaca sebagai kesempatan yang lewat. Buah yang mulus di luar tetapi busuk di dalam punya tafsirnya sendiri dan berlaku pada hampir semua jenis buah.
Cuaca dan bentang alam dibaca sebagai keadaan yang tidak bisa dikuasai siapa pun. Hujan, banjir, gunung, dan laut mewakili hal yang menimpa semua orang di sekitarnya sekaligus — bukan nasib pribadi. Karena itu tafsirnya lebih sering mengarah ke lingkungan atau keadaan umum daripada ke pemimpi sendiri, dan anjurannya biasanya menyesuaikan diri, bukan melawan.
Musim juga menjelaskan kenapa golongan ini banyak berbicara tentang waktu. Tanaman berbuah pada masanya dan berhenti setelahnya; hujan datang dan reda tanpa diminta. Tafsir yang berulang di sepanjang golongan ini adalah bahwa yang datang menurut musim tidak perlu dikejar dan tidak bisa ditahan — cukup dimanfaatkan selagi ada.
Perlu dibedakan dari «kode alam», yang merupakan jenis halaman tersendiri di situs ini. Golongan ini menyangkut unsur alamnya sebagai simbol dalam mimpi; kode alam menyangkut pertanda yang dibaca dari kejadian nyata di dunia terjaga. Keduanya bisa menyebut hal yang sama, tetapi berangkat dari peristiwa yang berbeda.