Naik Motor Boncengan
Naik motor boncengan dibaca lewat pembagian kedudukan antara dua orang di satu kendaraan. Yang di depan menentukan arah dan kecepatan; yang di belakang ikut menanggung semuanya tanpa memegang kendali. Karena itu tafsirnya menyangkut kepercayaan, bukan perjalanan.
Angka erek-erek Motor adalah 24, dengan turunan 2D 20.
| Erek-Erek | 24 |
|---|---|
| 2D | 20 |
Untuk pembacaan motornya sendiri, lihat entri motor. Halaman ini membahas keadaan berboncengan, yang punya tafsir tersendiri karena melibatkan dua orang dengan kedudukan yang tidak sama.
Motor berbeda dari kendaraan lain dalam hal ini. Di mobil, penumpang duduk terpisah dan aman sendiri; di motor, dua orang berbagi satu keseimbangan. Kalau yang di depan lengah, keduanya jatuh. Seluruh tafsirnya berangkat dari kenyataan itu.
Pembacaan utamanya adalah kepercayaan yang diserahkan sepenuhnya. Yang di belakang tidak bisa mengerem, tidak bisa membelok, dan tidak bisa turun di tengah jalan. Ia hanya bisa memilih siapa yang diboncenginya — dan setelah itu tidak ada lagi pilihan.
Sebagian penafsir menekankan bahwa kedudukan ini bukan kedudukan lemah. Bersedia dibonceng dibaca sebagai kesediaan mempercayai, dan dalam tradisi tafsir kesediaan itu dinilai, bukan dikasihani.
Membonceng orang lain dibaca terbalik dan menyangkut tanggung jawab. Yang memegang setang tidak lagi hanya menanggung dirinya sendiri, dan hampir semua versi menekankan bahwa kelalaian kecil di kedudukan ini akibatnya ditanggung dua orang.
Berboncengan dengan orang yang dikenal dan merasa nyaman dibaca sebagai hubungan yang berjalan searah, dan biasanya diarahkan pada kerja sama yang pembagian perannya sudah jelas.
Berboncengan dengan orang yang tidak dikenal dihubungkan dengan mengikuti arah yang ditentukan pihak yang belum diketahui maksudnya, dan tafsirnya menyertakan anjuran memastikan tujuannya lebih dulu.
Yang di depan ngebut sementara yang di belakang ketakutan disebut terpisah dan dibaca cukup khas: dibawa dalam kecepatan yang bukan pilihannya sendiri — sering dipakai untuk membaca keadaan mengikuti keputusan orang yang lebih berani mengambil risiko.
Berboncengan bertiga atau lebih dihubungkan dengan tanggungan yang melebihi daya angkut, dan hampir semua penafsir membacanya sebagai peringatan tentang beban yang dipaksakan.
Turun dari boncengan di tengah jalan dibaca sebagai memutuskan berhenti mengikuti dan meneruskan dengan kaki sendiri, dan tradisi tafsir tidak membacanya sebagai kegagalan.
Berboncengan dalam hujan disebut sebagian penafsir dan dibaca sebagai kesulitan yang dijalani bersama tanpa perlindungan — keadaan yang berat tetapi mengeratkan.
Yang di depan tidak tahu jalan sementara yang di belakang tahu disebut sebagian penafsir dan dibaca cukup tajam: kedudukan memegang kendali tidak selalu jatuh pada yang paling mengerti. Versi ini dipakai untuk membaca keadaan di mana orang yang bisa menunjukkan arah justru berada di kedudukan yang tidak didengar, dan tafsirnya menganjurkan bersuara daripada diam menahan cemas.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Mimpi naik motor boncengan artinya apa?
- Dibaca sebagai kepercayaan yang diserahkan sepenuhnya. Yang di belakang tidak bisa mengerem atau membelok — ia hanya bisa memilih siapa yang diboncenginya, dan setelah itu tidak ada lagi pilihan.
- Mimpi memboncengkan orang lain artinya apa?
- Dibaca terbalik dan menyangkut tanggung jawab. Yang memegang setang tidak lagi hanya menanggung dirinya sendiri, dan kelalaian kecil akibatnya ditanggung dua orang.