Kursi
Kursi hampir selalu dibaca sebagai kedudukan. Ia satu-satunya perabot yang namanya dipakai langsung untuk jabatan dalam bahasa sehari-hari, dan tafsirnya mengikuti pemakaian itu — yang menentukan bukan kursinya, melainkan keadaan dan siapa yang mendudukinya.
Angka erek-erek Kursi adalah 12, dengan turunan 2D 96, 3D 896, dan 4D 2896. Kode alamnya 52.
Di antara benda-benda rumah tangga, kursi punya kedudukan istimewa dalam tafsir karena bahasa sehari-hari sudah lebih dulu memakainya sebagai kiasan. Orang bicara tentang memperebutkan kursi, kehilangan kursi, atau kursi yang goyah, dan semuanya tidak menyangkut perabot.
Pembacaan utamanya karena itu adalah kedudukan: jabatan, peran dalam keluarga, atau tempat seseorang dalam suatu kelompok. Tafsirnya lalu ditentukan oleh keadaan kursinya.
Kursi yang kokoh dibaca sebagai kedudukan yang aman, sedangkan yang goyah atau patah kakinya dihubungkan dengan posisi yang tidak lagi ditopang sebagaimana mestinya — dan sebagian penafsir menekankan bahwa yang bermasalah biasanya penopangnya, bukan orang yang duduk.
Kursi kosong termasuk gambaran yang paling sering dilaporkan dan punya dua arah. Kalau kursinya menunggu untuk diisi, ia dibaca sebagai kesempatan yang terbuka. Kalau kursi itu dulu ada yang menempati, ia dibaca sebagai kehilangan — dan versi ini sering dihubungkan dengan orang yang sudah tidak ada.
Duduk di kursi orang lain dibaca sebagai mengambil peran yang bukan haknya, dan tafsirnya berbeda tergantung apakah pemimpi merasa nyaman atau canggung di sana.
Kursi yang direbut atau ditarik saat hendak diduduki dihubungkan dengan kesempatan yang hilang di saat terakhir, biasanya karena campur tangan orang lain.
Kursi yang terlalu tinggi sehingga kaki tidak menjejak lantai disebut sebagian penafsir dan dibaca cukup khas: kedudukan yang didapat tetapi tidak sepadan dengan kesiapan orangnya.
Kursi tua yang masih dipakai turun-temurun dihubungkan dengan peran yang diwarisi beserta segala kebiasaan yang menyertainya.
Kursi yang ditata berjajar menghadap satu arah disebut sebagian penafsir dan dibaca sebagai kedudukan yang keberadaannya bergantung pada ada tidaknya orang yang datang — peran yang hanya berarti kalau ada yang mengakuinya.
Duduk di kursi paling belakang dihubungkan dengan pilihan menempati posisi yang tidak menonjol, dan tradisi tafsir jarang membacanya sebagai kekalahan; lebih sering sebagai cara melihat keseluruhan tanpa harus ikut diperhatikan.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Mimpi kursi artinya apa?
- Hampir selalu dibaca sebagai kedudukan — jabatan, peran dalam keluarga, atau tempat seseorang dalam kelompok. Keadaan kursinya yang menentukan tafsirnya.
- Mimpi kursi kosong artinya apa?
- Ada dua arah. Kalau kursinya menunggu diisi, dibaca sebagai kesempatan terbuka. Kalau dulu ada yang menempatinya, dibaca sebagai kehilangan — sering dihubungkan dengan orang yang sudah tidak ada.